Dewasa ini
banyaknya jenis traveling yang mulai di
kenal di masyarakat menjadi suatu minat yang sudah menjadi trend dimana
masyarakat kita memang terkenal dengan sistem following atau biasa di sebut
latah (ikut-ikutan) untuk sekedar mengusir penat disaat melakukan
pekerjaan yang menumpuk di kantor atau memang menjadi suatu hobby. Hanya
saja sebagai pelaku traveling masih belum banyak yang mengetahui jenis
traveling seperti apa yang lebih cocok dengan pribadinya karena seperti di
jelaskan diawal tadi banyaknya traveller yang sekadar ikut-ikutan saja, adapun
jenis-jenis traveling yang sering kita ketahui misalnya seperti solo traveller,
backpacker, flashpacker, volunteer, touris. Namun sebagai seorang traveller /
travelling seharusnya kita lebih mengetahui gaya travelling lainnya yang memang
sebagian sudah banyak yang mengenalnya untuk dicoba, untuk lebih jelasnya mari
kita simak apa saja sih jenis travelling yang baru dan harus diketahui.
Jenis atau gaya travelling lain yang
wajib diketahui oleh para traveller antara lain :
1. Glamping (Glamorous Camping)
Glamping merupakan singkatan dari Glamorous
Camping. Trend ini merupakan perkembangan dari wisata camping biasa. Dimana
dalam hal kegiatan camping ini para peserta camping masih dapat menikmati
fasilitas selayaknya menginap di hotel berbintang lima, walaupun konsep yang dipakai
masih menggunakan dome atau tenda dan camping di tengah hutan.
Kemah
dengan Kemewahan
pada umumnya para peserta glamping dalam
setiap dome atau tenda memiliki beberapa fasilitas antara lain aliran listrik,
internet, tempat tidur yang nyaman, dan tenda yang bagus. bahkan memiliki
fasilitas ekstra seperti kulkas dalam tiap kamar, hingga sampai ke makanan pun
para glampers mendapatkan keistimewaan sehingga, para campers bisa tetap dapat
menikmati makanan yang enak tanpa perlu repot. Namun ada juga para campers yang
memang hanya menyewa dome tanpa fasilitas tambahan lainnya.
2. Baby-Moon
Baby-Moon merupakan suatu trip yang dilakukan oleh pasangan suami istri
yang memang ingin merasakan suatu perjalanan dimana sang ibu dalam keadaan
mengandung hal ini juga merupakan suatu terapi bagi sang ibu dalam menghadapi
persalinannya kelak, perjalanan yang mudah dilalui oleh ibu hamil seperti
perjalanan ke sebuah pantai,resort atau danau. Dalam melakukan liburan ini biasa dilakukan sekitar sebulan sebelum hari
perkiraan kelahiran.
Baby-Moon
di pantai
3. Spafari
Spafari adalah gabungan dari dua macam
kegiatan wisata yaitu Spa dan Safari. Pada dasarnya spa dan safari adalah dua
jenis kegiatan yang sangat berbeda. Spa sangat identik dengan kemewahan dan
bersantai. Sebaliknya, safari sangat identik dengan petualangan.Namun siapa
sangka bahwa keduanya bisa menjadi perpaduan yang ideal dan sangat diminati? Satu-satunya
persamaan antara spa dan safari adalah memanfaatkan keindahan alam untuk
kegiatannya. Inilah yang menjadi kunci penggabungan dua gaya travelling
konvensional ini.
Spafari
biasanya diawali dulu dengan kegiatan safari. Menjelajah alam dan bergumul
dengan binatang liar membuat badan terasa lelah dan kotor. Setelah itu, barulah kita kemudian membersihkan diri
dengan cara spa. Selain agar bersih, spa juga efektif untuk menghilangkan
kelelahan dan membuat badan terasa kembali segar. Perpaduan yang cocok sekali
bukan?
Treatments setelah
bersafari
Wisata spafari menjadi sangat digemari karena
solutif. Sebelumnya, banyak orang yang ingin pergi bersafari namun malas
melakukannya karena kotor dan melelahkan.Minat mereka berubah ketika muncul
trend dimana kita bisa memanfaatkan kenikmatan spa untuk menutup acara safari
kita. Rasa kotor dan lelah yang tadinya membuat mereka ragu pun langsung sirna.
Biasanya, obyek wisata spafari juga dilengkapi dengan resort dan restaurant
agar para turis betah berlama-lama.
4. Voluntourism
Seperti yang kita ketahui Voluntourism adalah
singkatan dari dua kata yaitu Volunteering and Tourism atau Sukarelawan dan
Wisata. Voluntourism biasa dilakukan oleh beberapa orang untuk melakukan kegiatan sosial yang selain itu pula menjadi
sebuah perjalanan untuk lebih mengenal tempat yang menjadi tujuan diadakannya
kegiatan sosial tersebut.
Seperti contoh voluntourism yang dilakukan di
sebuah desa guna untuk memberikan sebuah pelatihan kepada anak-anak yang memang
membutuhkan pengajaran yang dimana daerah tersebut memiliki jarak yang cukup
jauh dari kota namun memiliki keasrian daerahnya sendiri.
Jadi selain bertujuan untuk memberikan
bantuan sosial para volunter juga dapat menikmati daerah yang mereka kunjungi.
Menjadi
Sukarelawa untuk anak-anak
(Sumber:
Flickr. Credit: Thaddeus)
5. Brokepacking
Kalian pasti sudah cukup familiar dengan
istilah backpacking. Backpacking merupakan gaya travelling yang cukup klasik
dan sudah banyak umum dilakukan dari jaman dahulu. Gaya travelling ini cocok
untuk para traveler dengan budget yang minim namun memiliki hasrat berkelana
yang sangat tinggi.Disini, para backpacker ditantang untuk mensiasati diri agar
bisa mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman dan menghabiskan sesedikit
mungkin anggaran.
Trend backpacking rupanya tidak hilang
dimakan waktu.Justru, trend tersebut berkembang ke arah yang lebih ekstrim,
yaitu Brokepacking.Istilah brokepacking diambil dari kata Broke (yang berarti
bangkrut) dan Backpacking. Dari sini, bisa kita simpulkan bahwa trend yang satu
ini adalah gaya backpacking seperti orang yang sudah bangkrut, alias
benar-benar miskin dan nyaris tidak punya uang.
Ketika backpacking, kita dituntut untuk
menghabiskan uang sesedikit mungkin.Sementara ketika brokepacking, kita tidak
seharusnya mengeluarkan uang sedikit pun. Untuk bepergian dari satu tempat ke
tempat lain, kita harus mencari pengendara yang bersedia memberikan tumpangan
atau mengantarkan kita ke tempat yang inginkan tanpa imbalan uang. Menginap pun
kita juga harus mencari tempat yang gratis. Jika perlu membeli sesuatu, kita
harus bekerja serabutan terlebih dahulu di kota tersebut, misalnya dengan
mengamen atau menjadi pelayan restaurant.
Mencari
Tumpangan Kendaraan
(Sumber:
Flickr. Credit: Alex Smith)
Mayoritas brokepacker adalah orang-orang
muda. Alasan utama mereka melakukan wisata
ini adalah untuk menikmati kebebasan dengan tanggung jawabnya sendiri.
Brokepacking juga bisa melatih kita untuk menjadi mandiri dan menghargai setiap
rejeki yang kita miliki. Dengan hidup seperti orang yang tidak punya uang, kita
akan belajar untuk tidak hidup boros dan berfoya-foya. Kita juga akan mengerti
bahwa setiap hal yang kita inginkan membutuhkan pengorbanan untuk
mendapatkannya.
6. Floacation
Floacation merupakan akronim dari floating
vacation yang artinya liburan terapung. Jenis wisata ini mulai diperkenalkan
oleh sebuah agen wisata perjalanan yang mempromosikan wisata dengan kapal
pesiar megahnya. Paket wisata itu berupa menghabiskan waktu beberapa minggu
untuk mengunjungi beberapa tempat eksotis melalu jalur laut.
Selama dalam perjalanan, para turis akan
dimanja dengan berbagai kemewahan yang ada di kapal pesiar tersebut. Berbagai
macam pesta dan kegiatan yang menarik pun mereka persiapkan agar para turis
merasa terhibur sembari menunggu kapalnya mencapai tempat tujuan. Walaupun
kesannya hanya seperti untuk menghabiskan waktu menunggu, namun justru yang
menarik bagi para turis adalah kegiatan dan kemewahan selama di kapal itu
sendiri.
Kapal
Pesiar Siap Membawa Turis dan fasilitas yang ada di dalamnya
(Sumber:
workboatsinternational.com and garim)
Sudah bisa dibayangkan bahwa jenis pariwisata
yang satu ini akan menghabiskan dana yang amat besar. Wisata ini jarang
ditemukan di Indonesia karena daya beli masyarakatnya yang belum setinggi
itu.Jika ingin mencoba floacation, kamu bisa coba ke negara-negara kaya atau
negara yang pariwisata airnya cukup maju.Misalnya seperti Maldives, Bermuda,
atau beberapa negara di Eropa.
7. Swap House
Liburan jenis ini melibatkan dua orang
traveler yang tinggal di dua tempat yang berbeda. Dimana kedua pihak telah
sepakat untuk menukar rumah atau tempat tinggal yang biasanya memiliki
kehidupan yang berbeda contohnya seseorang yang tinggal di desa dan salah
satunya di kota, para traveler yang memilih hal ini dikarenakan dari keinginan
mereka untuk bisa menikmati keadaan yang berbeda lengkap dengan fasilitas yang
ada.
Tukar
Rumah Sementara
8.
Virtual Travelling
Jenis travelling ini termasuk jenis yang
sedang hits, virtual traveling merupakan perjalanan para traveller yang hanya
mengandalkan media sosial, map, serta kompas seperti google maps, google earth
dll. Mereka juga mensiasati pengeluaran yang ada, sebisa mungkin minim
pengeluaran budget dan tujuan sudah disiapkan dari awal, jadi jangan sampai
terlewatkan rencana dari awal.
Map dari handphone
untuk memudahkan akses perjalanan
( Sumber : Travel
Industri Credit : David Malan )
Menjadi seorang traveller harus berani
mencoba sesuatu yang baru. Semakin banyak hal yang pernah kita lakukan, akan
semakin kaya pengalaman yang kita miliki. Semuanya akan menjadi kenangan dan
pelajaran tersendiri yang tidak akan kita lupakan seumur hidup.Itulah yang
mendorong sebagian besar orang untuk menjajal cara-cara baru dalam berwisata
seperti tersebut di atas.Tanpa disangka, sebagian besar memberikan respon yang
positif. Tak jarang mereka justru ketagihan dan ingin terus melakukannya.
Nah sekarang sudah pada tahu kan jenis - jenis traveller, dan kita sudah pernah mengalami yang mana ya?