Huyy guys senang dengan dunia travelling ?? pasti dong,
sudah tau tentang istilah-istilah yang sering di pakai dalam dunia traveling ?
ya, bener banget istilah-istilah yang sekarang sudah mendunia dari anak – anak,
remaja sampai orang tua juga pernah mengalaminya (lebay deh mimin :-p).
Nah istilah apa yang paling populer dalam dunia per
travelingan (idih bahasanya..) pasti tau dengan kata backpacker dong, yup
backpacker sebenarnya artinya masih sangat kompleks, yaa tergantung darimana
kalian melihatnya. Kalau dari sudut pandang mimin sih seseorang atau pelaku
wisata yang melakukan perjalanan dengan ketentuan atau rencana sendiri yang
sebisa mungkin bisa meminimalisir pengeluaran (budget), kebanyakan pada umumnya
backpacker itu sering di lakukan oleh anak muda dan biasanya juga untuk
backpacker ini berjalan tidak terlalu berkelompok semua kendali ada
ditangannya,baik untuk waktu, biaya hingga tujuannya. Selain backpacker ada
juga turis traveling nah untuk ini pasti sudah jelas ya apa artinya. Turis atau
wisatawan / pelancong dari kata turis ini juga terbagi menjadi dua turis
domestic dan turis asing.
Dari penjelasan di atas sudah paham dong apa bedanya
backpack dengan turis, selain kedua kata tersebut masih banyak loh
istilah-istilah yang sudah sering terdengar, apa saja sih istilah – istilah nya
? nih, mimin kasih bocorannya sedikit.
Istilah-istilah dalam travelling.
1.
Trip
atau perjalanan
Trip istilah yang sering digunakan seseorang dalam
melakukan perjalanan kesuatu tempat,
dalam istrilah trip atau perjalanan ini terbagi menjadi tiga yang berujung pada
cost / budget.
Share
Cost suatu perjalanan yang dimana ketua trip (tour leader) membagikan rincian cost/bugdet kepada peserta yang
mengikuti perjalanan tanpa ada keuntungan yang diambil.
Open
Trip suatu perjalanan gabungan yang dibuat terbuka untuk umum
dan biasanya mengambil sebuah keuntungan dalam setiap trip yang dibuatnya,
biasanya pula untuk open trip semua susunan acara sudah dibuat sejak awal
sebelum trip dilakukan dalam hal ini tour
leader yang memanage semua
fasilitas apa saja yang dapat diperoleh para peserta tripnya.
Private
Trip perjalanan yang dibuat khusus untuk kelompok yang saling
kenal lain hal dengan open trip yang kelompok perjalanan digabung dengan orang
yang belum kenal sebelumnya, dan biasanya private trip tertutup dan kapasitas
peserta minimal 5 – 15 orang dalam setiap trip.
2.
Travelmate
Untuk istilah travelmate bisa diartikan teman
seperjalanan yang memiliki hobby dan kebiasaan yang sama untuk menikmati keindahan
sebuah tempat wisata baik dalam keadaan susah atau senang. Kalo untuk
mimin sendiri sih definisi dari travelmate gak Cuma sebatas teman seperjalanan
aja tapi juga teman yang bisa ngajarin kita banyak hal, yang tau buruk nya kita
gak Cuma baiknya aja, bisa terima kita, saling berbagi rasa (rasa jeruk,
mangga, pisang, coklat sama keju jiahh dikira roti :-D) bercanda bareng
seneng-seneng bareng yang gak jaim untuk diajak susah juga bahkan bisa jadi
pasangan hidup (ceilahhhh, , ngarep banget ya hihi).
3.
Flashpacker
Nah kalo ini istilah
yang diambil dari dua kutub yang berbeda dimana masih memiliki keterikatan satu
sama lain (tapi bukan kutub utara dan selatan ya :-p), flashpacker merupakan
kumpulan atau orang yang menggemari jalan-jalan yang memposisikan diri di
tengah-tengah antara backpacker dan turis dimana kumpulan orang-orang ini lebih
memilih untuk merencanakan jadwal serta agenda perjalanannya serta mengurus
sendiri semua kebutuhan perjalanannya supaya lebih fleksible, seorang
flashpacker walaupun mengurus semua sendiri tetap saja dia juga lebih memiliki
kebebasan waktu yang berorientasi dengan pengalaman serta lebih menghargai
kemudahan dan kenyamanan dalam hal pengaturan anggaran. Flashpacker sama saja
dengan penggabungan antara pola backpack yang bisa meminimalisir budget namun
bisa mendapatkan fasilitas layaknya seorang turis.
4.
Solo
trip/solo backpack
Solo Traveller adalah orang yang suka
melakukan trip dengan biaya yang lebih “lega”. Mereka suka
berjalan-jalan, tapi tidak terlalu memikirkan penghematan biaya sekecil
mungkin. Bisa saja mereka menginap di hotel tidak perlu susah payah menginap di
stasiun, ataupun menyewa seorang guide untuk memandu wisata mereka di daerah
tertentu. Para pelaku solo trip lebih mengutamakan keinginannya untuk
berkeliling sendiri bahkan sampai kepelosok asalkan dirinya merasa senang.
5.
Conventional
traveler
Yang umum biasa disebut wisatawan atau orang yang
melakukan perjalanan tanpa melihat berapa biaya yang dikeluarkan hanya sebatas
kesenangan atau rekreasi saja, wisatawan seperti ini pada umumnya para karyawan
yang bepergian untuk rapat pekerjaan, rekreasi keluarga atau keperluan lain
yang tidak melihat berapa harga yang di keluarkan, hanya cukup pergi ke suatu
tempat tanpa perencanaan apapun.
6.
Overland
trip / Overland Tour
Wisata yang perjalanannya melalui jalur darat dan
menyebrang antar pulau dan berhenti pada titik obyek wisata tertentu yang
menggunakan kendaraan yang dapat di pilih sesuai dengan jumlah peserta, namun
masih dapat dipertimbangkan kenyamanannya. Tujuan trip yang paling banyak
disinggahi oleh para wisatawan yaitu pulau bali dan lombok, kalau begitu pulau
seribu termasuk hitungan tidak ya ??
Nah dari penjelasan diatas kira-kira kalian masuk di type
yang mana ?? apapun type traveller kalian tetap ya ingat dengan safety kemana
pun kalian pergi dan juga jangan merusak lingkungan guys.
Kalo yang pernah mimin baca di salah satu situs (keren
kannn, tapi lupa dehh situsnya apa hehehe. .), “Jangan pernah mengambil apapun
kecuali foto, jangan pernah meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan pernah
membunuh apapun kecuali waktu” dan kenangan bersama MANTAN- (hahahahha. . .
nyesek ahh :-p).